Carbon footprint yang dihasilkan selama arus mudik Lebaran di Indonesia biasanya cukup besar, mengingat jumlah orang yang bepergian sangat masif, baik menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum darat, udara, maupun laut. Berikut adalah gambaran umum emisi karbon yang mungkin terjadi selama arus mudik:

1. Transportasi Darat

  • Kendaraan Pribadi (Mobil dan Motor):
    • Mobil: Rata-rata mobil mengeluarkan sekitar 120–200 gram CO₂ per kilometer per kendaraan.
    • Motor: Motor mengeluarkan lebih sedikit, sekitar 70–90 gram CO₂ per kilometer.
    • Jumlah kendaraan yang terlibat mudik mencapai jutaan. Misalnya, pada 2023, data Kementerian Perhubungan menunjukkan 25 juta kendaraan pribadi digunakan untuk mudik.
    • Jika rata-rata jarak tempuh mudik adalah 500 km, mobil saja bisa menghasilkan sekitar 3 juta ton CO₂.
  • Bus Umum:
    • Bus lebih efisien dalam emisi per penumpang dibanding mobil pribadi. Rata-rata emisi bus adalah sekitar 30–50 gram CO₂ per kilometer per penumpang.
    • Dengan jutaan penumpang menggunakan bus, emisi ini tetap signifikan.

2. Transportasi Udara

  • Pesawat terbang memiliki jejak karbon tertinggi. Rata-rata pesawat komersial menghasilkan sekitar 90–120 kg CO₂ per penumpang untuk setiap 1.000 km penerbangan.
  • Dengan jumlah penumpang udara mudik mencapai lebih dari 5 juta orang setiap musim Lebaran (pada 2023), emisi dari sektor ini bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan ton CO₂.

3. Transportasi Laut

  • Kapal laut menghasilkan sekitar 15–25 gram CO₂ per penumpang per kilometer, yang lebih rendah dibanding pesawat tetapi lebih tinggi dibanding bus.
  • Untuk rute laut panjang, seperti dari Jawa ke Sumatera atau Kalimantan, emisi ini juga cukup besar mengingat ribuan hingga jutaan penumpang menggunakan jalur ini.

4. Total Perkiraan Emisi

  • Jika kita asumsikan ada 123 juta orang mudik (data 2023), dan masing-masing menempuh rata-rata 500 km perjalanan, total emisi karbon dari semua moda transportasi bisa mencapai 10–15 juta ton CO₂ selama masa mudik. Angka ini setara dengan emisi tahunan dari beberapa negara kecil.

Langkah untuk Mengurangi Jejak Karbon:

  • Penggunaan Transportasi Umum: Menggunakan kereta api, bus, atau kapal laut lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi.
  • Berbagi Kendaraan (Carpooling): Mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
  • Kompensasi Karbon: Beberapa maskapai sudah menawarkan opsi untuk menanam pohon atau mendukung proyek energi terbarukan sebagai kompensasi karbon.
  • Peningkatan Efisiensi Energi: Teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik, dapat membantu mengurangi emisi.

Arus mudik adalah momen budaya yang penting, namun jika diiringi kesadaran lingkungan, dampaknya terhadap emisi karbon dapat diminimalkan.