Apa Itu Carbon Removal?

Memahami Upaya Mengeluarkan CO₂ dari Atmosfer

Ketika membicarakan perubahan iklim, kita sering mendengar istilah mengurangi emisi karbon.

Namun ada satu pertanyaan yang tidak kalah penting:

Bagaimana jika sebagian CO₂ yang sudah terlanjur berada di atmosfer dapat dikeluarkan kembali?

Inilah yang disebut Carbon Removal atau Carbon Dioxide Removal (CDR).

Secara sederhana, Carbon Removal adalah kegiatan yang secara sengaja menghilangkan karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer dan menyimpannya dalam suatu tempat atau media untuk jangka waktu tertentu.

Dengan demikian, Carbon Removal berbeda dengan sekadar mengurangi emisi.


1. Mengurangi Emisi vs Menghilangkan Karbon

Untuk memahami Carbon Removal, kita perlu membedakan dua konsep.

Emission Reduction
Mengurangi jumlah emisi yang masuk ke atmosfer.

Contohnya:

  • mengganti PLTU dengan PLTS;
  • menggunakan kendaraan listrik;
  • meningkatkan efisiensi energi;
  • mengurangi penggunaan bahan bakar fosil;
  • mengurangi emisi metana dari sampah.

Secara sederhana:

Emisi yang seharusnya 100 → menjadi 60

Berarti terjadi pengurangan emisi sebesar: 40 unit

Carbon Removal
Mengambil CO₂ yang sudah berada di atmosfer dan menyimpannya di tempat lain.

Misalnya:

CO₂ di atmosfer → diserap tanaman → disimpan sebagai biomassa

atau:

CO₂ atmosfer → ditangkap teknologi → disimpan secara permanen

Jadi:

Reduction mencegah atau mengurangi CO₂ masuk ke atmosfer.

Sedangkan:

Removal mengambil CO₂ dari atmosfer.


2. Analogi Sederhana

Bayangkan atmosfer sebagai sebuah bak mandi.

Air yang masuk ke bak adalah:

emisi CO₂

Sedangkan air yang keluar dari bak adalah: Carbon Removal

Jika keran terus terbuka, tetapi kita hanya memperkecil alirannya, air tetap bertambah.

Itulah analogi: Emission Reduction

Kita mengurangi jumlah air yang masuk.

Tetapi jika kita juga membuka saluran pembuangan, kita mulai mengeluarkan air dari bak.

Itulah: Carbon Removal

Untuk menstabilkan jumlah air, kita membutuhkan kombinasi:

Mengurangi air yang masuk + mengeluarkan air yang sudah ada.

Dalam konteks iklim:

Reduce emissions + Remove CO₂


3. Apa Saja Contoh Carbon Removal?

Carbon Removal dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan.

Secara umum dapat dibagi menjadi:

🌳 Nature-Based Carbon Removal

Memanfaatkan proses alami ekosistem.

Contohnya:

  • reforestasi;
  • afforestation;
  • agroforestri;
  • restorasi mangrove;
  • peningkatan karbon tanah;
  • restorasi lahan terdegradasi.

🌱 Agricultural Carbon Removal

Menggunakan sistem pertanian untuk meningkatkan penyimpanan karbon.

Contohnya:

  • regenerative agriculture;
  • peningkatan soil organic carbon;
  • penggunaan biochar;
  • agroforestri.

🪵Biomass-Based Carbon Removal

Memanfaatkan biomassa untuk menyimpan karbon dalam bentuk yang lebih tahan lama.

Contohnya:

  • biochar;
  • BECCS atau Bioenergy with Carbon Capture and Storage.

⚙️ Technological Carbon Removal

Menggunakan teknologi untuk menangkap CO₂.

Contohnya:

  • Direct Air Capture (DAC);
  • mineral carbonation;
  • enhanced weathering;
  • geological carbon storage.

Masing-masing memiliki tingkat kematangan teknologi, biaya, risiko, dan karakteristik penyimpanan karbon yang berbeda.


4. Carbon Removal melalui Hutan

Hutan merupakan salah satu contoh Carbon Removal yang paling mudah dipahami.

Pohon melakukan fotosintesis:

CO₂ + air + energi matahari

biomassa

Karbon dari atmosfer kemudian tersimpan dalam:

  • batang;
  • cabang;
  • daun;
  • akar;
  • serasah;
  • dan tanah.

Karena itu, pertumbuhan vegetasi dapat meningkatkan carbon stock suatu ekosistem.

Misalnya lahan terdegradasi direstorasi menjadi hutan.

Pada awalnya:

Carbon Stock = rendah

Kemudian pohon tumbuh:

Carbon Stock ↑

Karbon yang tersimpan dalam biomassa meningkat.

Namun perlu diperhatikan:

Menanam pohon tidak otomatis sama dengan menghasilkan Carbon Credit.

Untuk menjadi proyek karbon, perlu dibuktikan berapa tambahan karbon yang benar-benar tersimpan dan memenuhi metodologi serta persyaratan yang berlaku.


5. Carbon Removal melalui Agroforestri

Ini sangat relevan untuk Indonesia.

Agroforestri menggabungkan tanaman pertanian dengan pepohonan dalam satu sistem pengelolaan lahan.

Contohnya:

kopi + pohon
kakao + pohon
kelapa + tanaman bawah
buah-buahan + tanaman pangan
pohon kayu + tanaman pertanian

Sistem tersebut dapat meningkatkan penyimpanan karbon melalui:

  • biomassa pohon;
  • akar;
  • serasah;
  • dan karbon organik tanah.

Selain menghasilkan manfaat karbon, agroforestri juga dapat menghasilkan:

  • pangan;
  • buah;
  • kopi;
  • kakao;
  • kayu;
  • pakan ternak;
  • pendapatan masyarakat.

Karena itu, agroforestri sangat menarik untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi karbon berbasis masyarakat.


6. Carbon Removal melalui Mangrove

Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki kemampuan menyimpan karbon yang tinggi.

Karbon tersimpan tidak hanya pada pohon, tetapi juga pada:

biomassa

atas

permukaan

akar

sedimen tanah

Karena sebagian karbon dapat tersimpan dalam sedimen untuk waktu yang panjang, mangrove menjadi bagian penting dalam pembahasan Blue Carbon.

Indonesia memiliki kawasan mangrove yang sangat luas sehingga mempunyai potensi besar dalam pengembangan proyek berbasis ekosistem pesisir.

Namun seperti halnya hutan:

Tidak semua kegiatan penanaman atau restorasi mangrove otomatis menghasilkan Carbon Credit.

Harus ada pengukuran, metodologi, monitoring dan verifikasi yang sesuai.


7. Carbon Removal melalui Tanah

Tanah juga merupakan tempat penyimpanan karbon yang sangat besar.

Karbon dapat masuk ke tanah melalui:

  • akar tanaman;
  • sisa tanaman;
  • kompos;
  • bahan organik;
  • aktivitas mikroorganisme.

Praktik pertanian tertentu dapat meningkatkan Soil Organic Carbon (SOC).

Misalnya:

  • penggunaan kompos;
  • penutup tanah;
  • pengurangan pengolahan tanah;
  • rotasi tanaman;
  • agroforestri;
  • penggunaan biochar.

Namun pengukuran perubahan karbon tanah membutuhkan metodologi dan pengambilan data yang baik karena perubahan karbon tanah dapat berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh banyak faktor.


8. Apa Itu Biochar?

Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan melalui proses pemanasan biomassa dalam kondisi oksigen terbatas, yang dikenal sebagai pyrolysis.

Misalnya:

limbah pertanian

pyrolysis

biochar

aplikasi ke tanah

Sebagian karbon yang terdapat dalam biomassa dapat berada dalam bentuk yang lebih stabil.

Biochar menarik dalam konteks Carbon Removal karena dapat menghubungkan:

pertanian + limbah biomassa + karbon + tanah

Contohnya limbah:

  • sekam padi;
  • tongkol jagung;
  • tempurung kelapa;
  • ranting;
  • limbah kehutanan.

dapat diproses menjadi biochar.


9. Carbon Removal dengan Teknologi

Tidak semua Carbon Removal menggunakan alam.

Teknologi juga sedang dikembangkan untuk mengambil CO₂ langsung dari atmosfer.

Salah satunya:

Direct Air Capture — DAC

Udara dilewatkan melalui sistem khusus yang menangkap CO₂.

Secara sederhana:

Udara

CO₂ ditangkap

CO₂ dipisahkan

CO₂ disimpan atau dimanfaatkan

CO₂ tidak kembali ke atmosfer

Teknologi seperti DAC berpotensi memberikan penyimpanan karbon yang lebih terukur dan permanen, tetapi saat ini membutuhkan energi dan biaya yang relatif tinggi dibandingkan banyak solusi berbasis alam.


10. Apa Bedanya Carbon Removal dengan Carbon Reduction?

Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting.

Carbon Reduction

Carbon Removal

Mengurangi emisi

Menghilangkan CO dari atmosfer

Mencegah emisi masuk

Mengambil CO yang sudah ada

Contoh: efisiensi energi

Contoh: reforestasi

Contoh: kendaraan listrik

Contoh: direct air capture

Contoh: PLTS menggantikan fosil

Contoh: biochar

Fokus pada sumber emisi

Fokus pada penghilangan CO

Keduanya sama-sama penting dalam strategi mitigasi perubahan iklim.


11. Carbon Removal vs Carbon Offset


Carbon Removal juga sering disalahartikan sebagai Carbon Offset.

Padahal keduanya berbeda.

Carbon Removal
Menjawab pertanyaan:

"Bagaimana kita mengeluarkan CO₂ dari atmosfer?"

Carbon Offset
Menjawab pertanyaan:

"Bagaimana kita menggunakan manfaat mitigasi untuk mengimbangi emisi tertentu?"

Sebuah proyek Carbon Removal dapat menghasilkan Carbon Credit jika memenuhi persyaratan yang berlaku.

Carbon Credit tersebut kemudian dapat digunakan untuk tujuan tertentu, termasuk offset jika memenuhi aturan dan persyaratan klaim yang relevan.

Jadi:

Carbon Removal → dapat menghasilkan Carbon Credit → dapat digunakan sesuai aturan pasar/program


12. Faktor Penting dalam Carbon Removal

Carbon Removal bukan hanya masalah:

"Berapa banyak CO₂ yang diserap?"

Ada beberapa pertanyaan yang jauh lebih penting.

a. Durability / Permanence

Berapa lama karbon tersebut tersimpan?

Karbon dalam hutan dapat kembali ke atmosfer apabila hutan terbakar atau mengalami deforestasi.

Sebaliknya, penyimpanan CO₂ secara geologis dapat memiliki karakteristik penyimpanan yang jauh lebih panjang.

b. Additionality

Apakah penghilangan karbon tersebut benar-benar terjadi karena adanya proyek?

Jika kegiatan tersebut memang sudah akan dilakukan tanpa adanya proyek karbon, maka klaim additionality perlu dianalisis.

c. Measurement

Bagaimana jumlah karbon dihitung?

Semakin baik metode pengukuran, semakin kuat dasar klaim Carbon Removal.

d. Leakage

Apakah pengurangan emisi di satu lokasi menyebabkan emisi berpindah ke lokasi lain?

Hal ini perlu diperhitungkan dalam desain proyek.

e. Risiko Reversal

Apakah karbon yang telah disimpan dapat kembali ke atmosfer?

Contohnya:

hutan → kebakaran → CO₂ kembali ke atmosfer

Karena itu proyek berbasis alam perlu memperhitungkan risiko tersebut.


13. Carbon Removal dalam Konsep Carbon Credit Desa

Konsep ini sangat menarik untuk pengembangan Carbon Credit Desa.

Sebuah desa dapat mengembangkan beberapa kegiatan sekaligus.

Misalnya:

🌳 Agroforestri

  • Meningkatkan biomassa dan carbon stock.

🌱 Regenerative Agriculture

  • Meningkatkan karbon tanah.

♻️ Kompos

  • Mengolah limbah organik dan mengurangi emisi dari pembusukan anaerobik.

🪱 Maggot

  • Mengubah limbah organik menjadi biomassa yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi mengurangi limbah yang masuk ke sistem pembuangan.

🔥 Biochar

  • Mengubah sebagian biomassa menjadi bentuk karbon yang lebih stabil. 

☀️ PLTS

  • Mengurangi penggunaan listrik dari sumber energi dengan emisi lebih tinggi.

💧 Mikrohidro

  • Menghasilkan listrik terbarukan dan berpotensi menggantikan pembangkit berbasis fosil

Dengan demikian, desa tidak hanya mempunyai satu proyek karbon, tetapi dapat membangun sebuah:

Integrated Village Carbon Project

yang menggabungkan:

Hutan + Pertanian + Energi + Sampah + Ekonomi Masyarakat


14. Carbon Removal Bukan Berarti Semua Karbon "Hilang Selamanya"

Ini adalah konsep yang juga harus dipahami.

Ketika kita mengatakan:

"Karbon diserap oleh hutan"

bukan berarti karbon tersebut hilang dari bumi.

Karbon hanya berpindah:

Atmosfer → biomassa → tanah

Selama karbon tersebut tetap tersimpan, maka terjadi penyimpanan karbon.

Jika kemudian:

hutan terbakar → biomassa terurai → karbon kembali ke atmosfer

maka terjadi reversal.

Karena itu, dalam proyek Carbon Removal berbasis alam, permanence dan risiko reversal merupakan aspek yang sangat penting.


15. Mengapa Carbon Removal Semakin Penting?

Walaupun dunia berusaha mengurangi emisi, beberapa sektor akan sulit mencapai emisi nol secara absolut dalam waktu dekat.

Misalnya:

  • penerbangan;
  • industri berat;
  • proses industri tertentu;
  • pertanian;
  • transportasi jarak jauh.

Karena itu, banyak strategi iklim melihat Carbon Removal sebagai salah satu komponen untuk menangani emisi residual.

Namun prinsip utamanya tetap:

Carbon Removal tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pengurangan emisi.

Kita tetap harus:

Reduce first. Remove what remains.


16. Peluang Carbon Removal bagi Indonesia

Indonesia memiliki kondisi yang sangat menarik untuk pengembangan Carbon Removal berbasis alam.

Potensi tersebut berasal dari:

Hutan tropis
Mangrove
Gambut
Agroforestri
Pertanian
Tanah
Biomassa
Limbah pertanian

Ditambah potensi teknologi seperti:

Biochar
Biomass Carbon Removal

dan pada masa depan:

Direct Air Capture

Hal tersebut memberikan peluang untuk membangun ekonomi karbon yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan Carbon Credit, tetapi juga pada:

restorasi ekosistem + ketahanan pangan + energi bersih + ekonomi desa + peningkatan pendapatan masyarakat.


Kesimpulan

Carbon Removal adalah proses menghilangkan CO₂ dari atmosfer dan menyimpannya dalam suatu media atau reservoir untuk jangka waktu tertentu.

Carbon Removal dapat dilakukan melalui pendekatan:

🌳 Hutan

🌊 Mangrove

🌱 Tanah

🌾 Agroforestri

🪵 Biochar

Teknologi

🌍 Penyimpanan geologis

Namun Carbon Removal bukan sekadar menanam pohon.

Sebuah proyek Carbon Removal yang berkualitas harus memperhatikan:

Measurement→ berapa karbon yang benar-benar dihilangkan?

Additionality→ apakah penghilangan terjadi karena proyek?

Permanence→ berapa lama karbon tersimpan?

Leakage→ apakah emisi berpindah ke tempat lain?

MRV→ bagaimana hasilnya diukur, dilaporkan dan diverifikasi?

Dan yang paling penting:

Carbon Removal harus menjadi bagian dari strategi pengurangan emisi, bukan pengganti upaya mengurangi emisi.


Istilah Penting

Carbon Removal / Carbon Dioxide Removal (CDR)
Kegiatan yang menghilangkan CO₂ dari atmosfer dan menyimpannya dalam reservoir tertentu.

Carbon Sink
Sistem yang menyerap atau menyimpan karbon lebih banyak daripada yang dilepaskannya dalam periode tertentu.

Carbon Stock
Jumlah karbon yang tersimpan dalam suatu ekosistem atau reservoir pada suatu waktu.

Permanence / Durability
Lamanya karbon dapat tetap tersimpan tanpa kembali ke atmosfer.

Reversal
Kondisi ketika karbon yang sebelumnya tersimpan kembali dilepaskan ke atmosfer.

Soil Organic Carbon
Karbon organik yang tersimpan dalam tanah.

Biochar
Material kaya karbon yang dihasilkan dari pemrosesan biomassa dalam kondisi oksigen terbatas.

Direct Air Capture (DAC)
Teknologi yang menangkap CO₂ secara langsung dari udara.