Apa Bedanya Carbon Reduction, Carbon Avoidance dan Carbon Removal?

Dalam upaya menghadapi perubahan iklim, kita sering mendengar istilah Carbon Reduction, Carbon Avoidance, dan Carbon Removal.

Ketiganya sama-sama berhubungan dengan upaya mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi sebenarnya memiliki cara kerja yang berbeda.

Perbedaan sederhananya adalah:

Carbon Reduction mengurangi emisi yang terjadi. Carbon Avoidance mencegah emisi yang seharusnya terjadi. Sedangkan Carbon Removal menghilangkan CO₂ yang sudah berada di atmosfer.


Memahami perbedaan ketiganya penting, terutama ketika kita mulai membicarakan Carbon Credit, Carbon Offset, Net Zero, dan proyek-proyek karbon.


1. Carbon Reduction — Mengurangi Emisi

Carbon Reduction adalah upaya mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari suatu aktivitas dibandingkan dengan kondisi sebelumnya atau kondisi tanpa intervensi.

Dengan kata lain:

Emisi tetap terjadi, tetapi jumlahnya dibuat lebih kecil.


Contohnya adalah sebuah pabrik yang sebelumnya menggunakan batu bara sebagai sumber energi kemudian melakukan efisiensi energi atau mengganti sebagian energinya dengan energi terbarukan.

Jika sebelumnya menghasilkan:
100 ton CO₂e/tahun

dan setelah melakukan berbagai upaya emisi turun menjadi:
70 ton CO₂e/tahun

maka terjadi pengurangan emisi sebesar:
30 ton CO₂e/tahun.

Contoh Carbon Reduction

Beberapa kegiatan yang dapat menghasilkan pengurangan emisi antara lain:

  • meningkatkan efisiensi energi;
  • menggunakan peralatan yang lebih hemat energi;
  • mengganti bahan bakar dengan bahan bakar yang lebih rendah emisi;
  • menggunakan energi terbarukan;
  • meningkatkan efisiensi transportasi;
  • mengurangi konsumsi bahan bakar;
  • memperbaiki proses industri;
  • mengurangi penggunaan material dengan jejak karbon tinggi;
  • meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah.

Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari adalah mengganti kendaraan berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik yang menggunakan listrik dari sumber energi rendah karbon.


2. Carbon Avoidance — Mencegah Emisi

Jika Carbon Reduction berarti mengurangi emisi, maka Carbon Avoidance berarti mencegah emisi yang seharusnya terjadi.

Konsepnya adalah membandingkan suatu kegiatan dengan kondisi alternatif atau baseline.

Misalnya, sebuah desa sebelumnya berencana menggunakan generator diesel untuk menghasilkan listrik.

Jika generator tersebut digunakan, diperkirakan akan menghasilkan:
1.000 ton CO₂e per tahun.

Kemudian desa tersebut membangun pembangkit listrik tenaga surya.

Dengan menggunakan energi surya, emisi dari generator diesel tersebut tidak terjadi.Maka proyek energi surya tersebut dapat dikategorikan sebagai proyek emission avoidance, karena proyek tersebut mencegah emisi yang seharusnya terjadi dalam skenario baseline.

Contoh Carbon Avoidance


Beberapa contoh kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai avoidance antara lain:

  • pembangunan energi terbarukan sebagai pengganti pembangkit berbahan bakar fosil;
  • mencegah deforestasi;
  • menghindari pembakaran biomassa secara terbuka;
  • menangkap metana dari tempat pembuangan sampah sebelum dilepaskan ke atmosfer;
  • mengganti teknologi beremisi tinggi dengan teknologi yang menghasilkan emisi lebih rendah;
  • menghindari penggunaan bahan bakar fosil melalui elektrifikasi.

3. Carbon Removal — Menghilangkan CO₂ dari Atmosfer

Berbeda dengan Reduction dan Avoidance, Carbon Removal secara langsung berhubungan dengan CO₂ yang sudah berada di atmosfer.

Carbon Removal adalah aktivitas yang:

  1. mengambil CO₂ dari atmosfer;
  2. memindahkannya ke suatu reservoir atau media penyimpanan;
  3. menyimpannya untuk jangka waktu tertentu sehingga karbon tersebut tidak segera kembali ke atmosfer.

Dengan kata sederhana:

Carbon Removal bukan hanya mencegah emisi baru, tetapi mengambil kembali karbon dari atmosfer.

Contohnya antara lain:

  • reforestasi;
  • afforestasi;
  • agroforestri;
  • restorasi mangrove;
  • peningkatan karbon organik tanah;
  • biochar;
  • Direct Air Capture atau DAC;
  • mineralisasi karbon;
  • penyimpanan karbon secara geologis.

Misalnya, pohon menyerap CO₂ melalui fotosintesis dan menyimpan karbon dalam biomassa seperti batang, cabang, akar, serta dalam tanah.

Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat menghasilkan carbon removal.


4. Perbedaan Paling Sederhana

Untuk memahami ketiganya, kita dapat menggunakan analogi bak air.

Bayangkan atmosfer seperti sebuah bak yang terus terisi air.

Carbon Reduction

Kita mengurangi jumlah air yang masuk ke dalam bak.

Misalnya sebelumnya keran mengalirkan 100 liter, kemudian kita kurangi menjadi 70 liter.

Air tetap masuk, tetapi jumlahnya lebih sedikit.



Carbon Avoidance

Kita mencegah keran tertentu dibuka.

Seharusnya ada tambahan 30 liter air yang masuk, tetapi karena kita mencegahnya, tambahan air tersebut tidak pernah masuk.

Air yang seharusnya masuk berhasil dihindari.


Carbon Removal

Kita menggunakan pompa untuk mengeluarkan air yang sudah ada di dalam bak.

Inilah analogi yang paling dekat dengan Carbon Removal.

CO₂ yang sudah berada di atmosfer diambil dan disimpan di tempat lain.


5. Tabel Perbandingan

Aspek

Carbon Reduction

Carbon Avoidance

Carbon Removal

Konsep utama

Mengurangi emisi

Mencegah emisi

Menghilangkan CO₂ dari atmosfer

Emisi terjadi?

Ya, tetapi lebih sedikit

Emisi yang seharusnya terjadi dicegah

CO₂ sudah ada di atmosfer dan kemudian diambil

Fokus

Menurunkan emisi

Menghindari emisi

Mengurangi konsentrasi CO₂ di atmosfer

Contoh

Efisiensi energi

Mencegah deforestasi

Reforestasi / DAC

Hubungan dengan atmosfer

Mengurangi tambahan emisi

Mencegah tambahan emisi

Mengurangi CO₂ yang sudah ada

Contoh teknologi/aktivitas

Efisiensi industri, elektrifikasi

Energi terbarukan, konservasi hutan

Biochar, DAC, reforestasi

Tantangan utama

Mengukur pengurangan emisi

Menentukan baseline dan additionality

Permanence, reversal dan MRV


6. Mengapa Carbon Avoidance dan Carbon Removal Tidak Sama?

Perbedaan ini menjadi semakin penting ketika kita berbicara tentang Net Zero.

Bayangkan sebuah perusahaan menghasilkan:
100.000 ton CO₂e/tahun.

Perusahaan kemudian melakukan berbagai program pengurangan emisi sehingga emisinya turun menjadi:
40.000 ton CO₂e/tahun.

Ini adalah Carbon Reduction.

Kemudian perusahaan melakukan proyek yang mencegah tambahan emisi sebesar:
10.000 ton CO₂e.

Ini merupakan Carbon Avoidance.

Namun perusahaan masih mempunyai:

40.000 ton CO₂e emisi residual.

Untuk mencapai kondisi net zero, perusahaan pada akhirnya perlu menangani emisi residual tersebut melalui strategi yang sesuai, termasuk carbon removals yang kredibel.

Misalnya dilakukan carbon removal sebesar:
40.000 ton CO₂e.

Secara sederhana:
40.000 ton emisi − 40.000 ton removal = 0 ton net emissions

Inilah mengapa Carbon Removal mempunyai posisi yang semakin penting dalam pembahasan Net Zero.


7. Apakah Carbon Credit Bisa Berasal dari Ketiganya?

Bisa.

Dalam pasar karbon, proyek dapat menghasilkan unit karbon yang merepresentasikan pengurangan, penghindaran, atau dalam kondisi tertentu penghilangan emisi.

Namun, tidak semua Carbon Credit memiliki karakteristik yang sama.

Sebuah Carbon Credit harus dilihat berdasarkan:

  • jenis proyek;metodologi yang digunakan;
  • baseline;additionality;
  • sistem pengukuran;
  • MRV (Measurement, Reporting and Verification);
  • leakage;
  • permanence;
  • risiko reversal;
  • standar atau program sertifikasi yang digunakan.

Karena itu, mengatakan bahwa:

“Satu Carbon Credit sama dengan satu Carbon Credit lainnya”

tidak selalu tepat dari perspektif kualitas dan karakteristik proyek.


8. Reduction Harus Menjadi Prioritas

Ada satu prinsip penting yang perlu dipahami.

Carbon Credit seharusnya tidak menjadi alasan bagi perusahaan untuk berhenti mengurangi emisinya sendiri.

Strategi iklim yang baik dimulai dengan:
1. Measure

Ukur emisi.

Kita harus mengetahui terlebih dahulu berapa besar emisi yang dihasilkan.

2. Reduce

Kurangi emisi.

Lakukan efisiensi, perubahan teknologi, energi terbarukan, elektrifikasi, dan berbagai strategi lainnya.

3. Avoid

Hindari emisi yang seharusnya terjadi.

Pilih sistem atau teknologi yang menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan alternatif yang tersedia.

4. Remove

Hilangkan emisi residual.

Untuk emisi yang masih sulit dihilangkan, Carbon Removal dapat menjadi bagian dari strategi iklim jangka panjang.

Secara sederhana:

Measure → Reduce → Avoid → Remove

Namun dalam praktiknya, strategi dan urutannya perlu disesuaikan dengan sektor, batas inventarisasi, metodologi, dan target iklim masing-masing organisasi.Type your paragraph here


9. Bagaimana dengan Carbon Offset?

Di sinilah hubungan antara ketiga konsep tersebut dengan Carbon Offset menjadi menarik.

Carbon Offset pada dasarnya berkaitan dengan penggunaan hasil pengurangan, penghindaran, atau removal dari suatu proyek untuk mengimbangi emisi di tempat lain, sesuai dengan aturan dan tujuan penggunaannya.

Contohnya:

Sebuah perusahaan menghasilkan:
1.000 ton CO₂e

Perusahaan telah melakukan berbagai pengurangan emisi tetapi masih mempunyai emisi residual.

Kemudian perusahaan membeli unit karbon dari proyek yang menghasilkan pengurangan atau removal emisi.

Unit tersebut dapat digunakan dalam konteks offsetting apabila memenuhi persyaratan yang berlaku untuk klaim tersebut.

Namun, membeli Carbon Credit tidak otomatis membuat perusahaan menjadi Net Zero atau Carbon Neutral.

Klaim tersebut membutuhkan pendekatan akuntansi, batasan emisi, target pengurangan, serta aturan klaim yang jelas.


10. Mengapa Istilah Ini Penting dalam Dunia Carbon Credit?

Ketika pasar karbon berkembang, kita akan semakin sering menemukan istilah:

Reduction
Avoidance
Removal
Offset
Carbon Neutral
Net Zero

Istilah-istilah tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai sinonim.

Perbedaan konsepnya sangat penting karena berhubungan dengan integritas lingkungan dari sebuah proyek dan kredibilitas klaim yang dibuat oleh perusahaan.

Misalnya, proyek reforestasi dan proyek energi terbarukan sama-sama dapat berhubungan dengan Carbon Credit, tetapi karakteristik pengurangan atau penghilangan karbonnya berbeda.

Begitu pula proyek konservasi hutan memiliki karakteristik berbeda dengan proyek Direct Air Capture.

11. Carbon Removal Semakin Penting untuk Emisi Residual

Dalam transisi menuju Net Zero, tidak semua emisi dapat dihilangkan dengan mudah.

Beberapa sektor seperti:

  • penerbangan;
  • industri semen;
  • baja;
  • petrokimia;
  • pelayaran;
  • proses industri tertentu;

memiliki emisi yang relatif sulit untuk dihilangkan seluruhnya dengan teknologi yang tersedia saat ini.

Karena itu, setelah pengurangan emisi dilakukan secara maksimal, Carbon Removal dapat berperan dalam menangani sebagian emisi residual.

Prinsip sederhananya:

Jangan menggunakan Carbon Removal sebagai pengganti Carbon Reduction. Gunakan Carbon Removal untuk melengkapi pengurangan emisi yang sudah dilakukan.


12. Peran Alam dan Teknologi

Carbon Removal sendiri dapat dilakukan melalui pendekatan yang sangat beragam.

Berbasis alam

Contohnya:

  • reforestasi;
  • afforestasi;
  • agroforestri;
  • restorasi mangrove;
  • peningkatan karbon tanah.

Pendekatan ini mempunyai manfaat tambahan seperti:

  • pemulihan ekosistem;
  • peningkatan biodiversitas;
  • perlindungan tanah;
  • pengelolaan air;
  • peningkatan mata pencaharian masyarakat.

Berbasis biomassa

Salah satu contohnya adalah biochar.

Biomassa diproses melalui pirolisis sehingga menghasilkan material kaya karbon yang relatif stabil dan kemudian dapat diaplikasikan ke tanah.

Berbasis teknologi

Contohnya:

Direct Air Capture (DAC)

Teknologi ini menangkap CO₂ langsung dari udara dan kemudian CO₂ tersebut dapat disimpan dalam bentuk yang relatif tahan lama, misalnya melalui penyimpanan geologis atau proses mineralisasi.


13. Istilah Penting

Baseline
Kondisi atau skenario acuan yang digunakan untuk membandingkan apa yang terjadi tanpa adanya proyek atau intervensi.

Additionality
Prinsip bahwa manfaat pengurangan, penghindaran, atau removal yang diklaim sebagai hasil proyek harus benar-benar merupakan dampak tambahan dari proyek tersebut.

Leakage
Perpindahan emisi dari wilayah atau aktivitas proyek ke tempat atau aktivitas lain akibat pelaksanaan proyek.

Permanence
Seberapa lama karbon yang telah dihilangkan atau disimpan dapat tetap tersimpan dan tidak kembali ke atmosfer.

Reversal
Kondisi ketika karbon yang sebelumnya telah disimpan atau dihilangkan kemudian kembali dilepaskan ke atmosfer.

MRV
Measurement, Reporting and Verification, yaitu proses pengukuran, pelaporan, dan verifikasi untuk memastikan hasil proyek dapat dipercaya.


14. Kesimpulan

Carbon Reduction, Carbon Avoidance, dan Carbon Removal adalah tiga konsep yang berbeda.

Carbon Reduction berarti:

Mengurangi jumlah emisi yang terjadi.


Carbon Avoidance berarti:

Mencegah emisi yang seharusnya terjadi.


Carbon Removal berarti:

Mengambil CO₂ dari atmosfer dan menyimpannya dalam reservoir untuk jangka waktu tertentu.


Ketiganya dapat menjadi bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim.

Namun, prinsip yang paling penting adalah:

Kurangi emisi sebanyak mungkin terlebih dahulu. Hindari emisi yang dapat dicegah. Gunakan Carbon Removal untuk menangani karbon yang memang masih tersisa dan sulit dihilangkan.


Dengan memahami perbedaan ini, kita akan lebih mudah memahami bagaimana Carbon Credit, Carbon Offset, Carbon Neutral, dan Net Zero saling berhubungan.

Dan yang tidak kalah penting, kita dapat melihat bahwa ekonomi karbon bukan sekadar perdagangan sertifikat, tetapi merupakan bagian dari upaya mengubah cara manusia menghasilkan energi, menggunakan lahan, memproduksi barang, mengelola limbah, dan membangun ekonomi yang lebih rendah karbon.